Sabtu, 28 Mei 2011

Yeah Adventure : Pemberontakan di Bejoworld

“Yeahman...!!!” panggil seseorang dari kejauhan.

“Hah..hah... Yeahman, ada seekor elang raksasa yang menyerang Bejo Village!” kata orang yang berbentuk anjing itu dengan ngos-ngosan. “Sekarang ia sedang menuju Bejo City!”

“Apa kalian tak bisa menghadapinya?” tanya Yeahman pada anjing itu.

“Maaf, dia benar-benar terlalu amat sangat cepat sekali jika terbang,” kata anjing itu. “Kami ingin menggunakan senjata Bejotech terbaru, tapi belum terlalu sempurna dan belum di uji coba. Kami takut itu akan membahayakan penduduk.”

“Baiklah, sepertinya aku harus ikut turun tangan dan juga campur tangan. Ayo, teman-teman, ikut aku ke gerbang Bejo City!” ajak Yeahman pada teman-temannya yang dari tadi hanya menonton pembicaraan tak jelas antara seorang manusia dan seorang anjing.

Bejo, eh, Yeahman mengangkat dua tangannya. Kurang dari seperseratus juta detik kemudian tim Yeah Adventure dan seorang anjing telah sampai di tempat lain. Tempat itu adalah gerbang utama Bejo City.

“Itu dia!” kata anjing itu pada Yeahman. Ia menunjuk seekor elang raksasa yang terbang di udara yang ada di langit.

Setelah itu, Yeahman langsung terbang menuju elang raksasa itu. Lalu Yeahman menunjukkan telapak tangannya pada elang itu. Elang itu berhenti.

“Elang jangan ancurin, elang jangan ancurin, elang jangan ancurin,” kata Yeahman denga logat Dora saat mengusir Swiper.

“Ya ampun...” kata elang raksasa itu dengan logat Swiper saat gagal mencuri.

Elang itu pun pergi. Ia terbang menjauh...menjauh...menjauh... dan...

MMMBBBEEEKKK...!!!

Elang itu meledak seketika di langit.

Tapi sepertinya ada yang aneh. Mengapa suara ledakan itu MMMBBBEEEKKK...!!!? Mari kita selidiki.

Ooo... ada kesalahan, sodara-sodara. Harusnya suara ledakan itu DDDUUUAAARRR...!!! Mari kita ulangi adegan yang tadi.

Elang itu pun pergi. Ia terbang menjauh...menjauh...menjauh... dan...

DDDUUUAAARRR...!!!

Elang itu meledak seketika di langit.

“Ada apa sebenarnya dengan dunia ini. Tak adakah sedikit kewarasan di sini?” batin Muchi, Joni, dan Roni.

Yeahman kembali ke gerbang Bejo City.

“Kau hebat, Yeahman!” puji anjing itu pada Yeahman.

“Biasa aja, kok,” Yeahman merendah.

“Tunggu dulu!” seru Joni tiba-tiba.

“Ada apa?” tanya Yeahman.

“Mengapa kau hanya begitu saat melawan elang raksasa tadi?” tanya Joni penasaran.

“Benar. Mengapa kau tak melakukan gerakan atau jurus keren saat melawannya?” tanya Roni penasaran juga.

“Bukankah itu akan membuat novel ini makin penuh action?” tanya Muchi ikut penasaran juga.

“Begini, akan kujelaskan. Sebenarnya, sang penulis novel ini menginginkan novelnya menjadi novel komedi. Terserah sang pembaca mau tertawa atau tidak, itu hak pembaca. Yang penting, sang penulis novel ini telah berusaha dengan lelucon miliknya yang mungkin tak berguna. Begitu, teman-teman,” nasihat Yeahman.

“Oh... begitu,” teman-temannya paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar